Postingan

MENGEJAR SANG REMBULAN

Perempuan itu bernama Venus. Dia hidup bagaikan di dalam lorong waktu, di mana mimpi tak bernyawa dan harapan mati sebelum berbicara. Rasanya begitu hampa, menyesakkan, dan gelap. Di bawah gemerlapnya bintang dan rembulan, Venus duduk sendirian. Tidak ada kunang-kunang yang menemani. Hanya bisik angin dan suara air yang menyentuh tepian, menjadi teman satu-satunya malam ini. Seperti kaset yang terputar, Venus teringat kejadian siang tadi. “Kamu itu perempuan. Tidak usah mengkhayal ingin terbang ke Bulan” katanya—yang keluar dari mulut sesama Perempuan. Saat itu Venus hanya terdiam membisu. Mulutnya sudah tidak sanggup lagi menjelaskan berbagai alasan. Ribuan kalimat tanya hanya bisa tertahan di ujung lidah. Memang beginilah dunia yang kita tempati. Dunia yang kerap kali meniadakan keberadaan perempuan dan bahkan dipatahkan oleh sesama perempuan. “Perempuan itu harus  napak di tanah. Tidak ada ceritanya kalau perempuan itu di atas” ucapnya lagi—yang kali ini keluar dari mulut se...

AKU AKAN PULANG

Kamu Hebat, Kamu Kuat

Hari Ini Bagaimana ?

Hidup Yang Ngga Adil Atau Kamu Yang Egois ??